Sabtu, 16 November 2013

LOKAL GENIUS ; KEARIFAN LOKAL



LOKAL GENIUS ; KEARIFAN LOKAL




Perayaan Kemerdekaan Kemarin Sempat Membuat Saya Sedikit Membahas Tentang Sebuah Kemampuan Yang Konon Dimiliki Oleh Indonesia Dalam Hal Kebudayaan. Kemampuan Jenius Bangsa Yang Bersifat Lokal. Yes, It's Local Genius. Sebuah Kemampuan Lokal Menantang Sesuatu Yang Global.



Untuk Yang Masih Belum "Ngeh" Apa Itu Local Genius, Local Genius Mengacu Pada Kemampuan Kita Sebagai Bangsa Yang Berbudaya, Untuk Bisa Menyerap Budaya Asing Tanpa Merusak Budaya Kita Sendiri. Seperti Yang Sudah-sudah Dilakukan Oleh Bangsa Kita Dalam Proses Akulturasi Agama Hindu, Budha, Islam, Atau Contoh Paling Kecil Sekalipun Seperti Adaptasi Kita Dalam Hal Resep Masakan Asing Yang Dikombinasikan Dengan Bumbu-bumbu Nusantara. Kita Mungkin Tidak Akan Pernah Menemukan Mcrice (burger Nasi Yang Pernah Diproduksi Mcdonalds) Di Paris Atau Amerika, Dan Kita Juga Tidak Akan Heran Lagi Jika Seorang Pembantu Rumah Tangga Yang Sifat Kedaerahannya Sangat Kental Tapi Bisa Memasak Pasta Dengan Lihai.



Satu Hal Yang Patut Menjadi Pertanyaan Adalah, Bagaimana Dengan Komunitas Kreatif Kita? Ini Dia Yang Menjadi Pertimbangan Saya Dalam Hal Pemaknaan Local Genius. Bisakah Kita Mengagumi Budaya British Emo Namun Diadaptasi Dengan Kultur Kita? Bisakah Seseorang Menjadi Skateboarder Ternama Dengan Gaya Hidup Yang Menjunjung Tinggi Budaya Lokal? Bisakah Kita Memadukan Ketertarikan Kita Terhadap Komunitas Sepeda Ontel Plus Kostum Tradisionalnya Dengan Komunitas Fixed-gear Dengan Gaya Kekiniannya?



Kalau Saja Kita Bisa Memperluas Ruang Lingkup Pemaknaan Local Genius Bangsa Kita, Mungkin Budaya-budaya Asing Yang Paling Umum Sekalipun Bisa Diserap Dan Diaplikasikan Kedalam Seluruh Aspek Mulai Dari Pendidikan Hingga Kesehatan. Budaya Nasionalisme Jepang Memang Patut Ditiru Positifnya, Tapi Jika Kita Bisa Mengakulturasi Budaya Nasionalisme Mereka Dengan Versi Kita Dengan Kejeniusan Lokalnya, Mungkin Pada Akhirnya Kemampuan Kita Tidak Hanya Berguna Bagi Kita, Tapi Juga Menjadi Panutan Bagi Masyarakat Internasional :)






Bab I


Pendahuluan

Perubahan Adalah Keniscayaan Dalam Kehidupan Manusia. Perubahan-perubahan Yang Terjadi Bukan Saja Berhubungan Dengan Lingkungan Fisik, Tetapi Juga Dengan Budaya Manusia. Hubungan Erat Antara Manusia Dan Lingkungan Kehidupan Fisiknya Itulah Yang Melahirkan Budaya Manusia. Budaya Lahir Karena Kemampuan Manusia Mensiasati Lingkungan Hidupnya Agar Tetap Layak Untuk Ditinggali Waktu Demi Waktu. Kebudayaan Dipandang Sebagai Manifestasi Kehidupan Setiap Orang Atau Kelompok Orang Yang Selalu Mengubah Alam. Kebudayaan Merupakan Usaha Manusia, Perjuangan Setiap Orang Atau Kelompok Dalam Menentukan Hari Depannya. Kebudayaan Merupakan Aktivitas Yang Dapat Diarahkan Dan Direncanakan. Oleh Sebab Itu Dituntut Adanya Kemampuan, Kreativitas, Dan Penemuan-penemuan Baru. Manusia Tidak Hanya Membiarkan Diri Dalam Kehidupan Lama Melainkan Dituntut Mencari Jalan Baru Dalam Mencapai Kehidupan Yang Lebih Manusiawi. Dasar Dan Arah Yang Dituju Dalam Perencanaan Kebudayaan Adalah Manusia Sendiri Sehingga Humanisasi Menjadi Kerangka Dasar Dalam Strategi Kebudayaan.




Bab Ii

Pembahasan
Pengartian Kearifan Lokal

Pengertian Kearifan Lokal Dilihat Dari Kamus Inggris Indonesia, Terdiri Dari 2 Kata Yaitu Kearifan (wisdom) Dan Lokal (local). Local Berarti Setempat Dan Wisdom Sama Dengan Kebijaksanaan. Dengan Kata Lain Maka Local Wisdom Dapat Dipahami Sebagai Gagasan-gagasan, Nilai-nilai-nilai, Pandangan-pandangan Setempat (local) Yang Bersifat Bijaksana, Penuh Kearifan, Bernilai Baik, Yang Tertanam Dan Diikuti Oleh Anggota Masyarakatnya. Dalam Disiplin Antropologi Dikenal Istilah Local Genius. Local Genius Ini Merupakan Istilah Yang Mula Pertama Dikenalkan Oleh Quaritch Wales. Para Antropolog Membahas Secara Panjang Lebar Pengertian Local Genius Ini (ayatrohaedi, 1986). Antara Lain Haryati Soebadio Mengatakan Bahwa Local Genius Adalah Juga Cultural Identity, Identitas/kepribadian Budaya Bangsa Yang Menyebabkan Bangsa Tersebut Mampu Menyerap Dan Mengolah Kebudayaan Asing Sesuai Watak Dan Kemampuan Sendiri (ayatrohaedi, 1986:18-19). Sementara Moendardjito (dalam Ayatrohaedi, 1986:40-41) Mengatakan Bahwa Unsur Budaya Daerah Potensial Sebagai Local Genius Karena Telah Teruji Kemampuannya Untuk Bertahan Sampai Sekarang.

Ciri-cirinya Adalah:

1. Mampu Bertahan Terhadap Budaya Luar,

2. Memiliki Kemampuan Mengakomodasi Unsur-unsur Budaya Luar,

3. Memunyai Kemampuan Mengintegrasikan Unsur Budaya Luar Ke Dalam Budaya Asli,

4. Memunyai Kemampuan Mengendalikan,

5. Mampu Memberi Arah Pada Perkembangan Budaya.

I Ketut Gobyah Dalam “berpijak Pada Kearifan Lokal” Dalam Http://www. Balipos.Co.Id, Didownload 17/9/2003, Mengatakan Bahwa Kearifan Lokal (local Genius) Adalah Kebenaran Yang Telah Mentradisi Atau Ajeg Dalam Suatu Daerah. Kearifan Lokal Merupakan Perpaduan Antara Nilai-nilai Suci Firman Tuhan Dan Berbagai Nilai Yang Ada. Kearifan Lokal Terbentuk Sebagai Keunggulan Budaya Masyarakat Setempat Maupun Kondisi Geografis Dalam Arti Luas. Kearifan Lokal Merupakan Produk Budaya Masa Lalu Yang Patut Secara Terus-menerus Dijadikan Pegangan Hidup. Meski Pun Bernilai Lokal Tetapi Nilai Yang Terkandung Di Dalamnya Dianggap Sangat Universal.

S. Swarsi Geriya Dalam “menggali Kearifan Lokal Untuk Ajeg Bali” Dalam Iun, Http://www.Balipos.Co.Id Mengatakan Bahwa Secara Konseptual, Kearifan Lokal Dan Keunggulan Lokal Merupakan Kebijaksanaan Manusia Yang Bersandar Pada Filosofi Nilai-nilai, Etika, Cara-cara Dan Perilaku Yang Melembaga Secara Tradisional. Kearifan Lokal Adalah Nilai Yang Dianggap Baik Dan Benar Sehingga Dapat Bertahan Dalam Waktu Yang Lama Dan Bahkan Melembaga.

Dalam Penjelasan Tentang ‘urf, Pikiran Rakyat Terbitan 6 Maret 2003 Menjelaskan Bahwa Tentang Kearifan Berarti Ada Yang Memiliki Kearifan (al- ‘addah Al-ma’rifah), Yang Dilawankan Dengan Al-‘addah Al-jahiliyyah. Kearifan Adat Dipahami Sebagai Segala Sesuatu Yang Didasari Pengetahuan Dan Diakui Akal Serta Dianggap Baik Oleh Ketentuan Agama. Adat Kebiasaan Pada Dasarnya Teruji Secara Alamiah Dan Niscaya Bernilai Baik, Karena Kebiasaan Tersebut Merupakan Tindakan Sosial Yang Berulang-ulang Dan Mengalami Penguatan (reinforcement). Apabila Suatu Tindakan Tidak Dianggap Baik Oleh Masyarakat Maka Ia Tidak Akan Mengalami Penguatan Secara Terus-menerus. Pergerakan Secara Alamiah Terjadi Secara Sukarela Karena Dianggap Baik Atau Mengandung Kebaikan. Adat Yang Tidak Baik Akan Hanya Terjadi Apabila Terjadi Pemaksaan Oleh Penguasa. Bila Demikian Maka Ia Tidak Tumbuh Secara Alamiah Tetapi Dipaksakan.

Secara Filosofis, Kearifan Lokal Dapat Diartikan Sebagai Sistem Pengetahuan Masyarakat Lokal/pribumi (indigenous Knowledge Systems) Yang Bersifat Empirik Dan Pragmatis. Bersifat Empirik Karena Hasil Olahan Masyarakat Secara Lokal Berangkat Dari Fakta-fakta Yang Terjadi Di Sekeliling Kehidupan Mereka. Bertujuan Pragmatis Karena Seluruh Konsep Yang Terbangun Sebagai Hasil Olah Pikir Dalam Sistem Pengetahuan Itu Bertujuan Untuk Pemecahan Masalah Sehari-hari (daily Problem Solving).

Kearifan Lokal Merupakan Sesuatu Yang Berkaitan Secara Spesifik Dengan Budaya Tertentu (budaya Lokal) Dan Mencerminkan Cara Hidup Suatu Masyarakat Tertentu (masyarakat Lokal). Dengan Kata Lain, Kearifan Lokal Bersemayam Pada Budaya Lokal (local Culture).

Budaya Lokal (juga Sering Disebut Budaya Daerah) Merupakan Istilah Yang Biasanya Digunakan Untuk Membedakan Suatu Budaya Dari Budaya Nasional (indonesia) Dan Budaya Global. Budaya Lokal Adalah Budaya Yang Dimiliki Oleh Masyarakat Yang Menempati Lokalitas Atau Daerah Tertentu Yang Berbeda Dari Budaya Yang Dimiliki Oleh Masyarakat Yang Berada Di Tempat Yang Lain. Permendagri Nomor 39 Tahun 2007 Pasal 1 Mendefinisikan Budaya Daerah Sebagai “suatu Sistem Nilai Yang Dianut Oleh Komunitas Atau Kelompok Masyarakat Tertentu Di Daerah, Yang Diyakini Akan Dapat Memenuhi Harapan-harapan Warga Masyarakatnya Dan Di Dalamnya Terdapat Nilai-nilai, Sikap Tatacara Masyarakat Yang Diyakini Dapat Memenuhi Kehidupan Warga Masyarakatnya”.

Di Indonesia Istilah Budaya Lokal Juga Sering Disepadankan Dengan Budaya Etnik/ Subetnik. Setiap Bangsa, Etnik, Dan Sub Etnik Memiliki Kebudayaan Yang Mencakup Tujuh Unsur, Yaitu: Bahasa, Sistem Pengetahuan, Organisasi Sosial, Sistem Peralatan Hidup Dan Teknologi, Sistem Mata Pencaharian, Sistem Religi, Dan Kesenian.

Secara Umum, Kearifan Lokal (dalam Situs Departemen Sosial Ri) Dianggap Pandangan Hidup Dan Ilmu Pengetahuan Serta Berbagai Strategi Kehidupan Yang Berwujud Aktivitas Yang Dilakukan Oleh Masyarakat Lokal Dalam Menjawab Berbagai Masalah Dalam Pemenuhan Kebutuhan Mereka. Dengan Pengertian-pengertian Tersebut, Kearifan Lokal Bukan Sekedar Nilai Tradisi Atau Ciri Lokalitas Semata Melainkan Nilai Tradisi Yang Mempunyai Daya-guna Untuk Untuk Mewujudkan Harapan Atau Nilai-nilai Kemapanan Yang Juga Secara Universal Yang Didamba-damba Oleh Manusia.

Dari Definisi-definisi Itu, Kita Dapat Memahami Bahwa Kearifan Lokal Adalah Pengetahuan Yang Dikembangkan Oleh Para Leluhur Dalam Mensiasati Lingkungan Hidup Sekitar Mereka, Menjadikan Pengetahuan Itu Sebagai Bagian Dari Budaya Dan Memperkenalkan Serta Meneruskan Itu Dari Generasi Ke Generasi. Beberapa Bentuk Pengetahuan Tradisional Itu Muncul Lewat Cerita-cerita, Legenda-legenda, Nyanyian-nyanyian, Ritual-ritual, Dan Juga Aturan Atau Hukum Setempat.

Kearifan Lokal Menjadi Penting Dan Bermanfaat Hanya Ketika Masyarakat Lokal Yang Mewarisi Sistem Pengetahuan Itu Mau Menerima Dan Mengklaim Hal Itu Sebagai Bagian Dari Kehidupan Mereka. Dengan Cara Itulah, Kearifan Lokal Dapat Disebut Sebagai Jiwa Dari Budaya Lokal.

Jenis-jenis Kearifan Local, Antara Lain;

1. Tata Kelola,berkaitan Dengan Kemasyarakatan Yang Mengatur Kelompok Sosial (kades).

2. Nilai-nilai Adat, Tata Nilai Yang Dikembangkan Masyarakat Tradisional Yang Mengatur Etika.

3. Tata Cara Dan Prosedur, Bercocok Tanam Sesuai Dengan Waktunya Untuk Melestarikan Alam.

4. Pemilihan Tempat Dan Ruang.

Kearifan Lokal Yang Berwujud Nyata, Antara Lain;

1. Tekstual, Contohnya Yang Ada Tertuang Dalam Kitab Kono (primbon), Kalinder.

2. Tangible, Contohnya Bangunan Yang Mencerminkan Kearifan Lokal.

3. Candi Borobodur, Batik.

Kearifan Lokal Yang Tidak Berwujud;

• Petuah Yang Secara Verbal, Berbentuk Nyanyian Seperti Balamut.

Fungsi Kearifan Lokal, Yaitu;

1. Pelestarian Alam,seperti Bercocok Tanam.

2. Pengembangan Pengetahuan.

3. Mengembangkan Sdm.

Contuh Kearifan Lokal Yang Ada Di Daerah Banjar Adalah Seperti Baayun Maulid.

Contohnya Pada Cerpen ”anak Ibu Yang Kembali” Karya Benny Arnas, Di Sana Pandangan Punya Anak Lelaki Lebih Baik Daripada Punya Anak Perempuan Itu Tidak Dapat Digolongkan Dalam Kearifan Lokal Karena Toh Memang Tidak Mampu Menjawab Pertanyaan Zaman. Kini, Di Kota-kota Besar, Para Orang Tua Lebih Suka Menginvestasikan Hartanya Untuk Di Masa Tuanya Nanti Hidup Leha-leha Di Rumah Jompo Elit Tanpa Memikirkan Kehidupan Anak-anaknya. Demikian Pula Dengan Cerpen Hari Pasar Karya Nenden Lilis Yang Bercerita Tentang Kehidupan Seorang Pedagang Di Sebuah Pasar Yang Punya Banyak Anak Dan Harus Berhutang Sana-sini Untuk Kehidupannya Sehari-hari Termasuk Untuk Modal Usahanya. Kehidupan Semacam Ini Adalah Gambaran Yang Nyata Yang Ada Di Sekitar Kita, Dan Kearifan Yang Ada Di Sana Adalah Kearifan Universal Di Mana Meskipun Miskin, Tetapi Pasangan Orang Tua Di Dalam Cerpen Itu Mati-matian Menyuruh Anak-anaknya Tetap Sekolah.

Pertanyaan-pertanyaan;

1. Apa Hubungan Kearifan Lokal Dengan Budaya Lokal?

2. Jelaskan Kembali Apa Yang Dimaksud Dengan Kearifan Lokal Dan Berikan Contohnya?

Jawaban;

1. Hubungannya Adalah Kearifan Lokal Itu Merupakan Sesuatu Yang Berkaitan Secara Spesifik Dengan Budaya Tertentu (budaya Lokal) Dan Menecerminkan Cara Hidup Suatu Masyarakat Tertentu (masyarakat Lokal). Dan Kalau Budaya Lokal Itu Merupakan Suatu Budaya Yang Dimiliki Suatu Masyarakat Yang Menempati Lokalitas Atau Daerah Tertentu Yang Berbeda Dari Budaya Yang Dimiliki Oleh Masyarakat Yang Berada Di Tempat Yang Lain.

2. Yang Dimaksud Dengan Kearifan Lokal Adalah Sesuatu Yang Berkaitan Khusus Dengan Budaya Tertentu Dan Mencerminkan Cara Hidup Suatu Masyarakat Tertentu, Serta Memiliki Nilai-nilai Tradisi Atau Ciri Lokalitas Yang Mempunyai Daya-guna Untuk Mewujudkan Harapan Atau Nilai-nilai Kemapanan Yang Juga Secara Universal Yang Didamba-damba Oleh Manusia Yaitu Kebahagiaan Dan Kesejahteraan Hidup.

Contohnya Dalam Lingkungan, Penebangan Pohon Yang Ada Di Daerah Marabahan,mereka Menebangnya Tidak Sembarang Tebang Saja Tetapi Dipilih Pohon Galam Yang Mana Yang Pantas Untuk Ditebang Dan Setelah Ditebang Pohon Galam Tersebut Tidak Dibiarkan Lahan Tersebut Menjadi Gundul, Namun Pohon-pohon Tersebut Ditanam Kembali Sehingga Pohon-pohon Galam Tersebut Tidak Musnah Dan Alam Menjadi Rusak.




Bab Iii

Kesimpulan

Kearifan Lokal Apabila Diterjemahkan Secara Bebas Dapat Diartikan Nilai-nilai Budaya Yang Baik Yang Ada Di Dalam Suatu Masyarakat. Hal Ini Berarti, Untuk Mengetahui Suatu Kearifan Lokal Di Suatu Wilayah Maka Kita Harus Bisa Memahami Nilai-nilai Budaya Yang Baik Yang Ada Di Dalam Wilayah Tersebut. Kalau Mau Jujur, Sebenarnya Nilai-nilai Kearifan Lokal Ini Sudah Diajarkan Secara Turun Temurun Oleh Orang Tua Kita Kepada Kita Selaku Anak-anaknya. Budaya Gotong Royong, Saling Menghormati Dan Tepa Salira Merupakan Contoh Kecil Dari Kearifan Lokal. Sudah Selayaknya, Kita Sebagai Generasi Muda Mencoba Untuk Menggali Kembali Nilai-nilai Kearifan Lokal Yang Ada Agar Tidak Hilang Ditelan Perkembangan Jaman.





DAFTAR PUSTAKA

http://pangasuhbumi.com/article/20582/pemulihan-lingkungan-dengan-kearifan-lokal.html
http://staff.undip.ac.id/sastra/dhanang/2010/11/22/membangun-masyarakat-madani-berbasis-kearifan-lokal-di-kabupaten-brebes/
http://rimanews.com/read/20100802/1940/mencari-kearifan-lokal-lewat-cerpen
http://tal4mbur4ng.blogspot.com/2010/07/kearifan-lokal-guna-pemecahan-masalah.html

Contact for: Album Order, Concert, Gig, Seminar, Workshop, Music School Franchise, Music Producer

Nama

Email *

Pesan *

Arsip Blog

Mengenai KING JAZZ (Bayu Wirawan)

Foto saya
JAKARTA, BANDUNG, PURWOKERTO, DENPASAR, JAYAPURA, JAKARTA, BANDUNG, PURWOKERTO, BALI, JAYAPURA, Indonesia
I Am a Human with Universal Talents, Entrepreneur in so Many Fields; Film and Musics Producers, Song Writer,Composer,Arranger, Audio Engineer, Jazz Pianist, Music Lecture, Music School, Recording Studio, KING JAZZ RECORD Productions, BMS RECORD, INDONESIAN RECORD, Computer Programmer, Networking Business Management, Web Developer, Psychologist, Mind Reader, Spiritual Healing, Mental Therapist, Psychic... God Too Much ... ;-) I'm Gemini Man ;-)