Senin, 26 Mei 2014

"DRAMATURGI" - by BAYU WIRAWAN "KING JAZZ"

DRAMATURGI by BAYU WIRAWAN "KING JAZZ"

 SEJARAH
1945:Tahun dimana, Kenneth Duva Burke(May 5, 1897 – November 19, 1993) seorang teoritis literatur Amerika dan filosof memperkenalkan konsep dramatisme sebagai metode untuk memahami fungsi sosial dari bahasa dan drama sebagai pentas simbolik kata dan kehidupan sosial. Tujuan Dramatisme adalah memberikan penjelasan logis untuk memahami motif tindakan manusia, atau kenapa manusia melakukan apa yang mereka lakukan (Fox, 2002).Dramatisme memperlihatkan bahasa sebagai model tindakan simbolik ketimbang model pengetahuan (Burke, 1978). Pandangan Burke adalah bahwa hidup bukan seperti drama, tapi hidup itu sendiri adalah drama 1959: The Presentation of Self in Everyday Life Tertarik dengan teori dramatisme Burke, Erving Goffman (11 Juni 1922 – 19 November 1982), seorang sosiolog interaksionis dan penulis, memperdalam kajian dramatisme tersebut dan menyempurnakannya dalam bukunya yang kemudian terkenal sebagai salah satu sumbangan terbesar bagi teori ilmu sosial The Presentation of Self in Everyday Life. Dalam buku ini Goffman yang mendalami fenomena interaksi simbolik mengemukakan kajian mendalam mengenai konsep Dramaturgi.

INI BUKAN DRAMATURGI ARISTOTELES

 Istilah Dramaturgi kental dengan pengaruh drama atau teater atau pertunjukan fiksi diatas panggung dimana seorang aktor memainkan karakter manusia-manusia yang lain sehingga penonton dapat memperoleh gambaran kehidupan dari tokoh tersebut dan mampu mengikuti alur cerita dari drama yang disajikan.  Meski benar, dramaturgi juga digunakan dalam istilah teater namun term dan karakteristiknya berbeda dengan dramaturgi yang akan kita pelajari. Dramaturgi dari istilah teater dipopulerkan oleh Aristoteles.  Sekitar tahun 350 SM, Aristoteles, seorang filosof asal Yunani, menelurkan, Poetics, hasil pemikirannya yang sampai sekarang masih dianggap sebagai buku acuan bagi dunia teater. Dalam Poetics, Aristoteles menjabarkan penelitiannya tentang penampilan/drama-drama berakhir tragedi/tragis ataupun kisah-kisah komedi. Untuk menghasilkan Poetics Aristoteles meneliti hampir seluruh karya penulis Yunani pada masanya. Kisah tragis merupakan obyek penelitian utamanya dan dalam  Poetic juga Aristoteles menyanjung Kisah Oedipus Rex, sebagai kisah drama yang paling dapat diperhitungkan.  Meskipun Aristoteles mengatakan bahwa drama merupakan bagian dari puisi, namun Aristoteles bekerja secara utuh menganalisa drama secara keseluruhan. Bukan hanya dari segi naskahnya saja tapi juga menganalisa hubungan antara karakter dan akting, dialog, plot dan cerita. Ia memberikan contoh-contoh plot yang baik dan meneliti reaksi drama terhadap penonton. Nilai-nilai yang dikemukakan oleh Aristoteles dalam maha karyanya ini kemudian dikenal dengan “aristotelian drama” atau drama ala aristoteles, dimana deus ex machina[1] adalah suatu kelemahan dan dimana sebuah akting harus tersusun secara efisien. Banyak konsep kunci drama, sepertianagnorisis[2] dan katharsis[3], dibahas dalam Poetica. Sampai sekarang “aristotelian drama” sangat terlihat aplikasinya pada tayangan-tayangan tv, buku-buku panduan perfilman dan bahkan kursus-kursus singkat perfilman (dramaturgi dasar) biasanya sangat bergantung kepada dasar pemikiran yang dikemukakan oleh Aristoteles. 

DRAMATURGI: BENTUK LAIN DARI KOMUNIKASI

 Bila Aristoteles mengungkapkan Dramaturgi dalam artian seni. Maka, Goffman mendalami dramaturgi dari segisosiologi Seperti yang kita ketahui, Goffman memperkenalkan dramaturgi pertama kali dalam kajian sosial psikologis dan sosiologi melalui bukunya, The Presentation of Self In Everyday Life. Buku tersebut menggali segala macam perilaku interaksi yang kita lakukan dalam pertunjukan kehidupan kita sehari-hari yang menampilkan diri kita sendiri dalam cara yang sama dengan cara seorang aktor menampilkan karakter orang lain dalam sebuah pertunjukan drama. Cara yang sama ini berarti mengacu kepada kesamaan yang berarti ada pertunjukan yang ditampilkan. Bila Aristoteles mengacu kepada teater maka Goffman mengacu pada pertunjukan sosiologi. Pertunjukan yang terjadi di masyarakat untuk memberi kesan yang baik untuk mencapai tujuan.  Tujuan dari presentasi dari Diri – Goffman ini adalah penerimaan penonton akan manipulasi. Bila seorang aktor berhasil, maka penonton akan melihat aktor sesuai sudut yang memang ingin diperlihatkan oleh aktor tersebut. Aktor akan semakin mudah untuk membawa penonton untuk mencapai tujuan dari pertunjukan tersebut. Ini dapat dikatakan sebagai bentuk lain dari komunikasi. Kenapa komunikasi? Karena komunikasi sebenarnya adalah alat untuk mencapai tujuan.  Bila dalam komunikasi konvensional manusia berbicara tentang bagaimana memaksimalkan indera verbal dan non-verbal untuk mencapai tujuan akhir komunikasi, agar orang lain mengikuti kemauan kita. Maka dalam dramaturgis, yang diperhitungkan adalah konsep menyeluruh bagaimana kita menghayati peran sehingga dapat memberikan feedback sesuai yang kita mau.   Perlu diingat, dramatugis mempelajari konteks dari perilaku manusia dalam mencapai tujuannya dan bukan untuk mempelajari hasil dari perilakunya tersebut.Dramaturgi memahami bahwa dalam interaksi antar manusia ada “kesepakatan” perilaku yang disetujui yang dapat mengantarkan kepada tujuan akhir dari maksud interaksi sosial tersebut. Bermain peran merupakan salah satu alat yang dapat mengacu kepada tercapainya kesepakatan tersebut.    Bukti nyata bahwa terjadi permainan peran dalam kehidupan manusia dapat dilihat pada masyarakat kita sendiri. Manusia menciptakan sebuah mekanisme tersendiri, dimana dengan permainan peran tersebut ia bisa tampil sebagai sosok-sosok tertentu.  Hal ini setara dengan yang dikatakan oleh Yenrizal (IAIN Raden Fatah, Palembang), dalam makalahnya “Transformasi Etos Kerja Masyarakat Muslim: Tinjauan Dramaturgis di Masyarakat Pedesaan Sumatera Selatan” pada Annual Conference on Islamic Studies, Bandung, 26 – 30 November 2006:  “Dengan konsep dramaturgis dan permainan peran yang dilakukan oleh manusia, terciptalah suasana-suasana dan kondisi interaksi yang kemudian memberikan makna tersendiri. Munculnya pemaknaan ini sangat tergantung pada latar belakang sosial masyarakat itu sendiri. Terbentuklah kemudian masyarakat yang mampu beradaptasi dengan berbagai suasana dan corak kehidupan. Masyarakat yang tinggal dalam komunitas heterogen perkotaan, menciptakan panggung-panggung sendiri yang membuatnya bisa tampil sebagai komunitas yang bisa bertahan hidup dengan keheterogenannya. Begitu juga dengan masyarakat homogen pedesaan, menciptakan panggung-panggung sendiri melalui interaksinya, yang terkadang justru membentuk proteksi sendiri dengan komunitas lainnya.”

DRAMATURGIS : KITA SEBENARNYA HIDUP DI ATAS PANGGUNG

 Teori dramaturgi menjelaskan bahwa identitas manusia adalah tidak stabil dan merupakan setiap identitas tersebut merupakan bagian kejiwaan psikologi yang mandiri. Identitas manusia bisa saja berubah-ubah tergantung dari interaksi dengan orang lain. Disinilah dramaturgis masuk, bagaimana kita menguasai interaksi tersebut.  Dalam dramaturgis, interaksi sosial dimaknai sama dengan pertunjukan teater. Manusia adalah aktor yang berusaha untuk menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain melalui “pertunjukan dramanya sendiri”.   Dalam mencapai tujuannya tersebut, menurut konsep dramaturgis, manusia akan mengembangkan perilaku-perilaku yang mendukung perannya tersebut.  Selayaknya pertunjukan drama, seorang aktor drama kehidupan juga harus mempersiapkan kelengkapan pertunjukan. Kelengkapan ini antara lain memperhitungkan setting, kostum, penggunakan kata (dialog) dan tindakan non verbal lain, hal ini tentunya bertujuan untuk meninggalkan kesan yang baik pada lawan interaksi dan memuluskan jalan mencapai tujuan. Oleh Goffman, tindakan diatas disebut dalam istilah  impression management”. Goffman juga melihat bahwa ada perbedaan akting yang besar saat aktor berada di atas panggung (“front stage”) dan di belakang panggung (“back stage”) drama kehidupan.  Kondisi akting di front stage adalah adanya penonton (yang melihat kita) dan kita sedang berada dalam bagian pertunjukan. Saat itu kita berusaha untuk memainkan peran kita sebaik-baiknya agar penonton memahami tujuan dari perilaku kita. Perilaku kita dibatasi oleh oleh konsep-konsep drama yang bertujuan untuk membuat drama yang berhasil (lihat unsur-unsur tersebut pada impression management diatas). Sedangkan back stage adalah keadaan dimana kita berada di belakang panggung, dengan kondisi bahwa tidak ada penonton. Sehingga kita dapat berperilaku bebas tanpa mempedulikan plot perilaku bagaimana yang harus kita bawakan.  Contohnya, seorang front liner hotel senantiasa berpakaian rapi menyambut tamu hotel dengan ramah, santun, bersikap formil dan perkataan yang diatur. Tetapi, saat istirahat siang, sang front liner bisa bersikap lebih santai, bersenda gurau dengan bahasa gaul dengan temannya atau bersikap tidak formil lainnya (merokok, dsb).  Saat front liner menyambut tamu hotel, merupakan saat front stage baginya (saat pertunjukan). Tanggung jawabnya adalah menyambut tamu hotel dan memberikan kesan baik hotel kepada tamu tersebut. Oleh karenanya, perilaku sang front liner juga adalah perilaku yang sudah digariskan skenarionya oleh pihak manajemen hotel.  Saat istirahat makan siang, front liner bebas untuk mempersiapkan dirinya menuju babak ke dua dari pertunjukan tersebut. Karenanya, skenario yang disiapkan oleh manajemen hotel adalah bagaimana sang front liner tersebut dapat refresh untuk menjalankan perannya di babak selanjutnya.  Sebelum berinteraksi dengan orang lain, seseorang pasti akan mempersiapkan perannya dulu, atau kesan yang ingin ditangkap oleh orang lain. Kondisi ini sama dengan apa yang dunia teater katakan sebagai “breaking character”. Dengan konsep dramaturgis dan permainan peran yang dilakukan oleh manusia, terciptalah suasana-suasana dan kondisi interaksi yang kemudian memberikan makna tersendiri. Munculnya pemaknaan ini sangat tergantung pada latar belakang sosial masyarakat itu sendiri. Terbentuklah kemudian masyarakat yang mampu beradaptasi dengan berbagai suasana dan corak kehidupan. Masyarakat yang tinggal dalam komunitas heterogen perkotaan, menciptakan panggung-panggung sendiri yang membuatnya bisa tampil sebagai komunitas yang bisa bertahan hidup dengan keheterogenannya. Begitu juga dengan masyarakat homogen pedesaan, menciptakan panggung-panggung sendiri melalui interaksinya, yang terkadang justru membentuk proteksi sendiri dengan komunitas lainnya. Apa yang dilakukan masyarakat melalui konsep permainan peran adalah realitas yang terjadi secara alamiah dan berkembang sesuai perubahan yang berlangsung dalam diri mereka. Permainan peran ini akan berubah-rubah sesuai kondisi dan waktu berlangsungnya. Banyak pula faktor yang berpengaruh dalam permainan peran ini, terutama aspek sosial psikologis yang melingkupinya. 

KRITIK TERHADAP DRAMATURGI

Dramarturgi hanya dapat berlaku di institusi total

 Institusi total maksudnya adalah institusi yang memiliki karakter dihambakan oleh sebagian kehidupan atau keseluruhan kehidupan dari individual yang terkait dengan institusi tersebut, dimana individu ini berlaku sebagai sub-ordinat yang mana sangat tergantung kepada organisasi dan orang yang berwenang atasnya. Ciri-ciri institusi total antara lain dikendalikan oleh kekuasan (hegemoni) dan memiliki hierarki yang jelas.  Contohnya, sekolah asrama yang masih menganut paham pengajaran kuno (disiplin tinggi), kamp konsentrasi (barak militer), institusi pendidikan, penjara, pusat rehabilitasi (termasuk didalamnya rumah sakit jiwa, biara, institusi pemerintah, dan lainnya.  Dramaturgi dianggap dapat berperan baik pada instansi-instansi yang menuntut pengabdian tinggi dan tidak menghendaki adanya “pemberontakan”. Karena di dalam institusi-institusi ini peran-peran sosial akan lebih mudah untuk diidentifikasi. Orang akan lebih memahami skenario semacam apa yang ingin dimainkan.   Bahkan beberapa ahli percaya bahwa teori ini harus dibuktikan dahulu sebelum diaplikasikan. 
 Menihilkan “kemasyarakatan”
 Teori ini juga dianggap tidak mendukung pemahaman bahwa dalam tujuan sosiologi ada satu kata yang seharusnya diperhitungkan, yakni kekuatan “kemasyarakatan”. Bahwa tuntutan peran individual menimbulkan clash bila berhadapan dengan peran kemasyarakatan. Ini yang sebaiknya dapat disinkronkan.  
 Dianggap condong kepada Positifisme 
 Dramaturgi dianggap terlalu condong kepada positifisme[4]. Penganut paham ini menyatakan adanya kesamaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, yakni aturan. Aturan adalah pakem yang mengatur dunia sehingga tindakan nyeleneh atau tidak dapat dijelaskan secara logis merupakan hal yang tidak patut.  

ANALISA DRAMATURGI

Dramaturgis masuk dalam Perspektif Obyektif 
Dramaturgis dianggap masuk ke dalam perspektif obyektif karena teori ini cenderung melihat manusia sebagai makhluk pasif (berserah). Meskipun, pada awal ingin memasuki peran tertentu manusia memiliki kemampuan untuk menjadi subyektif (kemampuan untuk memilih) namun pada saat menjalankan peran tersebut manusia berlaku objektif, berlaku natural, mengikuti alur. Misalnya, pada kasus Kekerasan pada Rumah Tangga (“KDRT”), saat perilaku kekerasan itu hendak terjadi, korban sebenarnya memiliki pilihan, berserah diri atau melakukan perlawanan. Bila ia memberontak maka konsekuensinya adalah ini dan bila ia pasrah maka akibatnya seperti itu. Proses subyektif ini akan beralih menjadi obyektif saat ia menjalani peran yang dipilihnya tersebut. Misalnya yang ia ambil adalah pasrah karena ia takut kalau ia melarikan diri konsekuensinya lebih parah, atau ia merasa terlalu tergantung kepada tersangka dan mengkhawatirkan nasih anaknya bila ia melawan. Maka, setelah itu ia akan menjalani perannya sebagai korban. Secara naluriah ia akan menutupi bagian tubuhnya yang mungkin menjadi sasaran kekerasan. Atau ia berusaha untuk menutupi telinganya untuk melindungi mental dan psikologisnya. Itulah mengapa dramaturgi di sebut memiliki muatan objektif. Karena pelakunya, menjalankan perannya secara natural, alamiah mengetahui langkah-langkah yang harus dijalani.
 Pendekatan Keilmuan Little John – Pendekatan Scientific (ilmiah – empiris)
Seperti telah dijabarkan diatas, Dramaturgis merupakan teori yang mempelajari  proses dari perilaku dan bukan hasil dari perilaku. Ini merupakan asas dasar dari penelitian-penelitian yang menggunakan pendekatan scientific[5].Obyektifitas yang digunakan disini adalah karena institusi tempat dramaturgi berperan adalah memang institusi yang terukur dan membutuhkan peran-peran yang sesuai dengan semangat institusi tersebut. Institusi ini kemudian yang diklaim sebagai institusi total sebagaimana telah dijabarkan sebelumnya. Bahwa hasil dari peranan itu sesungguhnya, bila proses (rumusnya) dijalankan sesuai dengan standar observasi dan konsistensi maka bentuk akhirnya adalah sama. Contohnya, bila seorang pengajar mempraktekkan cara mengajar sesuai dengan template perguruan tinggi maka kualitas keluaran perguruan tinggi tersebut akan menghasilkan kualitas yang bisa dikatakan relatif sama. Atau untuk contoh front liner hotel diatas, bila front liner dapat memainkan skenario penyambutan tamu manajemen hotel, niscaya tamu akan merasa dihargai, dihormati, senang dan bersedia untuk datang menginap kembali di hotel tersebut.     


[1] Frase ini berasal dari bahasa Latin yang secara bahsa berarti Tuhan keluar membantu. Hal ini menunjuk pada karakter buatan, imajiner, alat ataupun peristiwa yang tiba-tiba saja terjadi atau ada dalam sebuah pertunjukan fiksi atau drama sebagai jalan keluar dari sebuah situasi atau plot yang sulit (contohnya, tiba-tiba ada ibu peri yang muncul untuk menolong Cinderella supaya bisa datang ke pesta dansa di istana).  
[2] Aristoteles mengartikan kata ini sebagai “perubahan perilaku dari acuh menjadi butuh karena perkembangan cerita (mengetahui yang sesungguhnnya), tumbuhnya rasa cinta atau benci yang timbul antar karakter yang ditakdirkan oleh alur cerita”. Contohnya, pangeran dalam cerita Cinderella sebelum tidak peduli pada gadis-gadis yang memiliki sepatu kaca, tapi begitu ia mengetahui bahwa gadis misteriusnya memakai sepatu kaca, maka ia mencari gadis-gadis yang muat dengan sepatu kacanya.  
[3] Kata ini mengacu kepada sensasi, atau efek turut terbawanya alur cerita ke dalam hati. Perasaan ini seyogyanya muncul di hati para penonton seusai menonton drama yang mengena. (contohnya, turut menangis,tertawa, atau perasaan iba terhadap karakter drama). 
[4] Positifisme dirunut dari asalnya berasal dari pemikiran Auguste Comte pada abad ke 19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains.
[5] Menurut pandangan ini ilmu diasosiasikan dengan objektivitas. Objektivitas yang dimaksudkan di sini adalah objektivitas yang menekankan prinsip standardisasu observasi dan kosistensi. Landasan philosofisnya adalah bahwa dunia ini pada dasarnya mempunyai bentuk dan struktur. 

Senin, 21 April 2014

PLUG IN - Mastering Software Tools TERBAIK For Windows & Mac!

PLUG IN - Mastering Software Tools TERBAIK For Windows & Mac!


SAHABAT-SAHABAT, TERCINTA,...... ;-) ;-) ;-) .. KALI INI SAYA INGIN MEMBAGI... BARANGKALI RASA-RASANYA Setelah menghabiskan kira-kira lebih dari 25 tahun mencipta membuat karya-karya rekaman ANALOGUE DAN DIGITAL, KINI saya rasa saya harus membagi pengetahuan digital recording khususnya pendukung PLUG IN DAW (Digital Audio Workstation) Software Gratis VST Plugins, akan saya bagikan kepada seluruh peminat audio engineering, digital musician society Online. ;-) ... Saya telah membuat BEBERAPA daftar URUTAN favorit SOFTWARE GRATIS MIXING MASTERING AUDIO VST / AU Format plugin untuk Windows dan Mac YANG AKAN SAYA BERIKAN GRATIS-TIS TIS TIS TISSS... !!! ;-) YANG TERBAGUS DAN TEBAIK YANG MENCIPTAKAN KUALITAS HASIL MIXING AND MASTERING AUDIO PROJECT ANDA TERBAIK DI DUNIA ... ;-) (Y) (Y) (Y) ....



Saya telah mengurut semua plug in yang sering saya gunakan men-design audio menguasai track demi track untuk LABEL Reminiscence Audio dan mengurutkannya sesuai jenis yang dibutuhkan sesuai dengan referensi. Mungkin ada beberapa plugin komersial yang lebih baik secara "KOMERSIAL jualan" di luar sana , tapi Plugin freeware begitu PENTING DAN DIBUTUHKAN AMAT SANGAT kuat menyebar dan dominan saat ini secara online dimana-mana TINGGAL PAKAI GRATIS !!! . kini siapapun dapat melakukan pekerjaan MIXING AND MASTERING AUDIO MASTER tanpa mengeluarkan UANG sepeser pun .... !!! hebat kan!??? kereeen .... ha..ha..ha..ha..ha.. sedaaap !!! ;-)

Tentu saja, SYARAT BIASA ADALAH Butuh ruang YANG PROPER AAAH... "Mastering Audia" yang di "treat" dengan benar , serta peralatan Speaker Monitor" yang presisi akurat dan baik .. tepat (kalibrasinya PROPER MENDEKATI AKURAT) . Dan dari PENJELASAN SAYA DIatas bahwa; SETIDAKNYA Anda SUDAH MEMILIKI SEDIKIT banyak pengetahuan dan pengalaman MELAKUKAN ATAU MEMANG ANDA PELAKU MUSISI, HOBIEST, AUDIO ENGINEER, COMPOSER, ARRANGER, PRODUCER, DIRECTOR, PENYUKA AUDIOPHILE ... YANG INTENS, FOKUS, DAN ANTHUSIASTIC'S MEMANG benar-benar SUKA DENGAN UTAK-ATIK MIXING - MASTERIG AUDIO ENGINEER MASTER PROJECTS MUSIC ... ;-)

KING JAZZ AKAN MEMBERIKAN FREE PLUG IN SUFTWARE AUDIO MASTERING YANG SEMPURNA BUAT SIAPAPUN YANG BERMINAT PADA AUDIO MASTERING...  LINK-LINK YANG DIBERIKAN "KING JAZZ" MERUPAKAN AWAL YANG BAGUS BUAT SIAPAPUN YANG SEGERA LANGSUNG AKAN DOWNLOAD DAN MENGGUNAKANNYA UNTUK MIXING AND MASTERING AUDIO !!!  Apakah Anda seorang AUDIO ENGINEEEING PROFESSIONAL, ATAU AMATIRAN yang berpengalaman atau pemula , Anda dapat menggunakan "LIST" DIBAWAH INI sebagai referensi yang mudah untuk MULAI MELAKUKAN MIXING MASTERING AUDIO PROJECT ANDA ... DAHSYAAAT !!! .... ;-)

FREE MASTERING PLUG IN AUDIO SOFTWARE 
Ini adalah daftar terbaik efek-EFEK freeware dan alat-alat yang cocok untuk digunakan dalam AUDIO MIXING N' MASTERING. Gunakan LINK/tautan untuk mengunjungi homepage dari setiap produk demi produk atau Scroll/gulir ke bawah untuk membaca review dari software mastering gratis yang saya sukai / favoritkan .... (in English)

SILAHKAN DOWNLOAD SAUDARA-SAUDARAKU TERCINTAAA....... ;-) !!!
SAYA SANGAT SUKA SEKALI MENGGUNAKAN "PLUG IN-PLUG IN" DI BAWAH INI .... SILAHKAN.. :

Equalizer (M/S)
Equalizer (Linear-Phase)
Equalizer (Dynamic)
  • DuckEQ by HeelAudio (Mac)
  • IQ4gui by Platinumears (Windows)
  • Smash Pro by Jeroen Breebaart (Windows)
Compressor (Clean)
Compressor (Coloring)
Multi Band Compressor
Limiter
Saturation
  • IVGI by Klanghelm Audio (Mac, Windows)
  • TesslaPRO mkII by Variety Of Sound (Windows)
Exciter
Clipper
Transient Shaper
M/S
  • bx_solo by Brainworx (Mac, Windows)
  • MSED by Voxengo (Mac, Windows)
Spectrum Analyzer
  • SPAN by Voxengo (Mac, Windows)
  • Toscanalyzer by Dynamusic (Linux, Mac, Windows)
Metering
Mastering Suite


My Favorite Mastering Tools

In this section, I will say a few words about my personal favorite free mastering software effects and tools. These are the freeware effects which I swear by and which I use in everyday mastering tasks.
BaxterEQ by Variety Of Sound.
BaxterEQ by Variety Of Sound.
BaxterEQ is one of my favorite freeware equalizers and it is a superb tool when it comes to mastering. You can use the M/S mode to easily improve the stereo image of the mix at hand. I often use it to tame the lows boost the highs in the side channel. Of course, it can also be used in classic stereo mode, for fixing the bottom and high ends of your master.
TDR Feedback Compressor II by Tokyo Dawn.
TDR Feedback Compressor II by Tokyo Dawn.
TDR Feedback Compressor II is among the best software compressors for bus use out there. It is designed for highest quality 2-buss compression, using “feed-forward” topology for gain reduction.  This is a transparent compressor, meant for taming the peaks in a most natural sounding way.
Density mkIII by Variety Of Sound.
Density mkIII by Variety Of Sound.
Density mkIII is my absolutely favorite compressor for adding a bit of crunch to a mix which is too clean. It can even be used as a saturation device. Simply increase the Drive knob setting, while reducing the Range amount to apply smooth saturation without gain reduction.
Limiter  â„–6 by Vladislav Goncharov.
Limiter №6 by Vladislav Goncharov.
Limiter №6 is an incredibly powerful freeware limiter. The signal goes through 5 different stages, each of which should be used to add a bit of gain reduction. This way you can get incredibly loud masters (not saying that going for a loud master is the best choice!) without that dreadful pumping effect. I use the multi-band setting in the limiter and clipper sections for best results.
SPAN by Voxengo.
SPAN by Voxengo.
SPAN is the legendary freeware spectrum analyzer released by Voxengo. No matter how confident you are when it comes to your ears, it’s never a bad idea to visually compare your work to another mastered track. The plugin comes with two factory presets, one of which is labeled Stereo Mastering and it’s the one you’ll need for this task.
To round things up, here’s a nice video introduction to Limiter №6, created by Vladislav Goncharov (the developer) himself. It shows the basic methods of using this fantastic limiter to get the best results:

LIHAT DEMO PLEASE CLICK THIS LINK:
http://www.youtube.com/watch?v=BodTdpvChHQ

And that’s it! Please let me know if I’ve missed some good freeware effects or tools which you use for mastering. I will update the article in the future with more useful info, but you’re welcome to post your suggestions in the comments section below.
Also, please share this article on your favorite social network, as well as your favorite forums and blogs. Thanks for reading BPB and happy mastering!

Minggu, 20 April 2014

MENGENAL "AUTENTISITAS WANITA" KARTINI by BAYU WIRAWAN (KING JAZZ)

"AUTENTISITAS WANITA" KARTINI 
by BAYU WIRAWAN (KING JAZZ)
When we lose the right to be different, we lose the privilege to be free. (Charles Evans Hughes- joyofquotes.com)






Authenticity adalah sebuah istilah tehnis dalam filosofi eksistensialis, dan juga digunakan dalam filosofi seni dan psikologi. Authenticity menggambarkan tingkatan kekuatan pribadi, spirit, dan karakter seseorang dalam menghadapi pengaruh tekanan lingkungan eksternal. Dalam psikologi, authenticity menunjukkan kehendak kuat untuk hidup menurut kata hati (inner being) ketimbang tekanan dan tuntutan masyarakat (Wikipedia) 
Pendeknya , authenticity bicara tentang bagaimana menjadi diri sendiri: berbuat , berperilaku dan berpenampilan sesuai prinsip yang diyakini atau menurut kata hati, bukan karena tekanan lingkungan, bukan didikte oleh standard nilai yang ditentukan lingkungan (sosial, budaya dan politik). 
Sepertinya menjadi autentik adalah hal yang sederhana dan mudah. Tapi tidak demikian bagi perempuan. Kalau menjandi otentik itu adalah encouragement to be who you were born to be and do what you were born to do , apakah perempuan punya privilege untuk menjadi dirinya sendiri, mewujudkan apa yang menjadi impiannya. Tampil menjadi seorang seperti yang diinginkan kata hatinya, bukan citra perempuan yang didikte atau diprogram oleh kekuatan sosial di luar dirinya. Berapa banyak perempuan di lingkungan terdekat kita yang benar-benar mempunyai keberanian melawan nilai, kehendak dan aturan yang dipaksakan oleh lingkungan.
Kisah hidup Kartini adalah kisah  perjuangan keras  perempuan untuk menjadi pribadi yang otentik. Kartini bercita-cita meraih pendidikan tinggi ke negeri Belanda. Dia seorang perempuan cerdas, mempunyai ide dan gagasan yang jauh melampaui jamannya. Perempuan yang kritis dengan kondisi sosial, ekonomi, dan politik masyarakatnya dan punya kehendak kuat untuk memperbaiki nasib kaum perempuan dan rakyat Pribumi pada umumnya. Kartini adalah seorang perempuan demokratis dan feminis di zaman perempuan-perempuan Indonesia lainnya  belum mengenyam bangku pendidikan. Tapi sejarah mencatat Kartini harus membunuh  impiannya meraih pendidikan tinggi dan tunduk pada tuntutan nilai-nilai sosial budaya  saat itu. Tempat seorang perempuan pertama-tama adalah di rumah , menjalankan fungsi domestik memelihara, mengatur, menjaga stabilitas dan harmonisasi keluarga. Peran ke luar,  ke ranah publik diprioritaskan bagi anak laki-laki. Jika perempuan dibutuhkan untuk mengemban fungsi  memelihara dan merawat keluarga, maka fungsi yang lain harus diabaikan 
Berikut kutipan pertentangan batin Kartini saat ia harus memilih mengejar impiannya sekolah ke Belanda atau menjalankan perannya sebagai  anak perempuan yang berbakti pada ayahnya.
Ampunilah anak perempuan yang seorang ini, Stella, kalau sekali waktu , apabila disuguhkan kesempatan baginya untuk memenuhi hasrat hatinya, yang mana kelak ia dapat memberikan berkat pada orang-orang lain, tapi ia menolak kesempatan itu, karena hatinya tiada dapat melepaskan diri dari seorang ayah, yang seumur hidupnya menjadi kekasih dan kebaktiannya; yang mana ia sangat berterima kasih atas segala yang telah dilakukan untuknya; dan yang kini lebih dari yang sudah-sudah, karena kesehatannya yang buruk dan sakit-sakitnya dan yang kini lebih dari yang sudah-sudah membutuhkan kebaktian dancinta anak perempuannya ini. Stella, aku ini juga anak, anak perempuan daripadanya, bukan hanya seorang wanita, yang ingin menyerahkan seluruh jiwa dan raganya, kepada garapan indah agung yang memberi guna dan rahmat kepada massa; aku pun seorang anak dengan ikatan-ikatan batin daripada cinta-kasih yang paling lembut serta perasaan syukur yang paling hangat pada seorang ayah yang telah  tua dan memutih, tua dan putih disebabkan memelihara anak-anaknya, …. Stella, kau yang mengenal cintaku yang agung kepadanya, dan disamping itu cintaku kepada apa yang aku pandang sebagai panggilankita, serta kemesraanku kepada saudari-saudariku, tentu dapat memahami, betapa beratnya perjuangan batin (tweestrijd) sekiranya aku harus memilih antara dua : ayahku, perpisahan dengan adik-adikku, melepaskan sebagian terbesar dari karya dutaku ataukah persatuan saudari-saudariku, menyerahkan seluruh kehadiranku pada tugas kita. ……
Indah dan mulia tugas yang memanggil kita untuk berjuang bagi kepentingan agung, bekerja buat kemajuan wanita Pribumi yang tertindas, peningkatan rakyat Pribumi, pendeknya menjadi berarti bagi masyarakat, bekerja bagi keabadiaan; tapi tiadalah aku bisa bertanggungjawab kepada nuraniku, pabila aku serahkan diriku kepada orang-orang lain itu, sementara itu Ayahku, yang paling dahulu berhak atas diriku, kubiarkan menderita dan sakit-sakitan, sedangkan ia membutuhkan aku.        
Kewajibanku sebagai anak tidak boleh aku kurangi, tapi pun tidak kewajiban-kewajibanku terhadap diriku sendiri harus aku tunaikan, terutama sekali tidak kalau pabila perjuangan itu bukan saja berarti kebahagiaan sendiri, tapi pun berguna bagi yang lain-lain. Soalnya sekarang adalah memenuhi dua tugas besar yang bertentangan satu dengan yang lain, dan itu sedapat mungkin harus diserasikan. Pemecahan masalah ini ialah, bahwa untuk sementara ini aku membaktikan diri kepada ayahku…
(surat Kartini kepada Estella Zeehandelaar, 11 Oktober 1901 dalam Pramudya Ananta Toer “Panggil Aku Kartini Saja :2010)
Kartini adalah perempuan dari keluarga bangsawan yang hidup di masa Feodalisme Jawa masih mengakar kuat. Perempuan seperti Kartini dapat dikatakan tidak  memiliki otoritas atas tubuh dan masa depannya sendiri. Berikut pendapat Kartini tentang kedudukan perempuan dalam tatanan Feodalisme Jawa saat itu :
Kalau memang benar pada diri kami ada sifat yang dapat membentuk anak laki-laki yang cakap dan tangkas, mengapa kami tidak boleh menggunakannya untuk meningkatkan diri menjadi wanita yang demikian pula?....Dan tidak bergunakah perempuan cakap dalam masyarakat?...Kami perempuan Jawa terutama sekali wajib bersifat menurut dan menyerah. Kami harus seperti tanah liat yang dapat dibentuk sekehendak hati
(surat kepada Nyonya M.C.E Ovink-Soer, Agustus 1900 dalam Dri Arbaningsih “Kartini , dari sisi lain : Melacak Pemikiran Kartini tentang  Emansipasi Bangsa“. 2005) 
Bagi Kartini cara ampuh untuk membebaskan perempuan dari kungkungan Feodalisme Jawa  adalah melalui pendidikan.
Perempuan sebagai pendukung Peradaban! Bukan , bukan karena perempuan dianggap cakap untuk itu, melainkan karena saya sendiri juga yakin sungguh-sungguh, bahwa dari perempuan mungkin akan timbul pengaruh besar, yang baik atau buruk akan berakibat besar bagi kehidupan : bahwa dialah yang paling banyak dapat membantu meninggikan kadar kesusilaan manusia…
Dari perempuanlah manusia itu pertama-tama menerima pendidikan. Di pangkuan perempuanlah seseorang mulai belajar, merasa, berpikir, dan berkata-kata….Dan bagaimanakah ibu-ibu Bumiputera dapat mendidik anak-anaknya, kalau mereka sendiri tidak berpendidikan?
(surat kepada Nyonya M.C.E Ovink-Soer, 2 November 1900 dalam Dri Arbaningsih:2005)
…Ciptakanlah ibu-ibu yang cakap serta berpikiran, maka tanah Jawa pasti akan mendapat pekerja yang cakap. Peradaban dan kepandaiannya akan diturunkannya kepada anak-anaknya. Anak-anak perempuannya akan menjadi ibu pula , sedangkan anak-anak yang laki-laki kelak pasti akan menjadi penjaga kepentingan bangsanya…
(surat kepada Prof. G.K. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902 dalam Dri Arbaningsih)

Kini, hari ini 21 April  hampir satu abad lebih setelah surat-surat Kartini ditulis, kolonialisme Belanda sudah lama meninggalkan bumi pertiwi , 66 tahun sudah bangsa Indonesia mengenyam kemerdekaannya. Perempuan-perempuan Indonesia memiliki kebebasan penuh untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya, berkelana ke pelosok Negara manapun untuk mewujudkan mimpinya. Banyak perempuan cerdas dengan gelar kesarjanaan dan profesional tertinggi : Doktor, Profesor, Politisi, Birokrat dan sebagainya. Pertanyaannya : apakah mereka telah menjadi perempuan yang merdeka dan memiliki otoritas penuh untuk mengambil keputusan menyangkut dirinya, apa yang baik dan benar menurut prinsip dan kata hatinya? Atau masihkah para perempuan Indonesia dibatasi akses dan kontrol atas tubuh, pikiran, perilaku, dan penampilan diri oleh nilai dan tatanan feodalisme bentuk baru ?
Apa pun putusan yang dipilih oleh perempuan-perempuan Indonesia, semoga saja itu merupakan kehendak bebas perempuan, merupakan pilihan yang terbaik, bermanfaat dan nyaman lahir dan batin serta sesuai dengan kata hatinya. Bravo Perempuan Indonesia !
Syair lagu “Reflection” yang dinyanyikan Christina Aguilera berikut ini cocok untuk menemani renungan kita tentang pergulatan perempuan untuk menemukan eksistensi dirinya.



Reflection 



Look at me 

You may think you see 

Who I really am 
But you'll never know me 
Every day 
It's as if I play a part 
Now I see 
If I wear a mask 
I can fool the world 
But I cannot fool my heart 

Who is that girl I see 
Staring straight back at me? 
When will my reflection show 
Who I am inside? 

I am now 
In a world where I 
Have to hide my heart 
And what I believe in 
But somehow 
I will show the world 
What's inside my heart 
And be loved for who I am 

Who is that girl I see 
Staring straight back  at me? 
Why is my reflection 
Someone I don't know? 
Must I pretend that I'm 
Someone else for all time? 
When will my reflection show 
Who I am inside? 

There's a heart that must be 
Free to fly 
That burns with a need to know 
The reason why 

Why must we all conceal 
What we think, how we feel? 
Must there be a secret me 
I'm forced to hide? 
I won't pretend that I'm 
Someone else for all time 
When will my reflection show 
Who I am inside? 
When will my reflection show 
Who I am inside?




Sebagai penutup mari kita baca dan renungkan kumpulan kata-kata bijak tentang authenticity berikut ini :




  • To be nobody but myself - in a world which is doing its best, night and day, to make me somebody else - means to fight the hardest battle any human can fight, and never stop fighting.(e.e. cummings- joyofquotes.com)
  • Don’t let anyone tell you that you have to be a certain way. Be unique. Be what you feel. (Melissa Etheridge- joyofquotes.com)
  • Find your true path.  It's so easy to become someone we don't want to be, without even realizing it's happening.  We are created by the choices we make every day.  And if we take action in order to please some authority figure, we'll suddenly wake up down the road and say, 'This isn't me.  I never wanted to be this person (Bernie Siegel, MD) 

Kamis, 10 April 2014

KEBENARAN HALUSINATIF MASYARAKAT AGRARIS - by BAYU WIRAWAN (KING JAZZ)

(Y) (Y) (Y) *** "KEBENARAN HALUSINATIF MASYARAKAT AGRARIS" - by "KING JAZZ" (BAYU WIRAWAN) *** (Y) (Y) (Y)
*** BANGSA YANG HANYA BISANYA "KONSUMTIF" APA SAJA YANG DATANG DARI "LUAR" DIANGGAP SUDAH "AJARAN" PALING TERBENAR, TERHEBAT ...!!! ... MAKLUM "MASYARAKAT AGRARIS", MASYARAKAT "MALAS BERPIKIR"; MASYARAKAT "LEHA-LEHA", "LEMBE LEYO", "LETOY BERPIKIR", CUKUP BERTANI, BETERNAK, MELAUT; MERASA SUDAH KAYA!; "BUKAN LAUTAN HANYA KOLAM SUSU" ... PENGISI WAKTU ANTARA MASA TANAM HINGGA MASA PANEN ADALAH; BERMAIN2 LAYANGAN, JUDI, MABUK2-AN, SABUNG AYAM, TRADISI "NYELIR" (MAIN PEREMPUAN) .....  MAKLUM MASYARAKAT AGRARIS MENTAL PRIMITIF... TIDAK PERNAH REKOLEKTIF, REFLEKTIF MENG-EVOLUSI, ME-REVOLUSI PIKIRANNYA, MENGGALI POTENSI BERPIKIR KREATIF INNOVATIF ... EXPLORATIF .. TIDAK PERNAH ADA TRADISI SCIENTIFIC; RISET / MENELITI, MENGGALI, MENEMUKAN ... ATAU MENCIPTA... TERBIASA "BARTER" DENGAN PENDATANG2 LUAR SEJAK DAHULU KALA ... UNTUK MEMPEROLEH SESUATU YANG DIINGINKAN NYA MUDAH SAJA,.... "JUAL ALAM",  "JUAL BUDAYA", "JUAL DIRI" .. DAN JUAL "MILIK" HINGGA "JUAL HARGA DIRI"-PUN DILAKUKAN, "KEHORMATAN" PUIN DISERAHKAN .... DEMI MEMPEROLEH SESUATU YANG SERBA GENGSI, DATANG DARI "LUAR".. RELA MENJADI "BUDAK" DEMI DIGAGAHI "SANG SERBA LUAR" .... ;-)
*** BANGSA YANG MISKIN TRADISI BER-"TEKNOKRASI" (MASYARAKAT TEKNOKRAT) ... TANDA BANGSA TIDAK TERBIASA MENG-EDUKASI DIRI... DENGAN SALING "GETHOK TULAR" MENDIDIK, MENGAJARKAN, MENULARKAN ILMU-ILMU UNIVERSAL YANG SALING MENGGALI PERADABAN BERPIKIR KRITIS, DEBAT.. SALING MELESTARIKAN,... NAMUN MELULU YANG TERBIASA DILESTARIKAN ADALAH KEBIASAAN-KEBIASAAN HIDUP "BERGEROMBOLAN" ... "BERSEKONGKOL" .. PERSEKONGKOLAN2...  SALING "NGRASANI "ANTAR GOLONGAN, DOYAN SEKALI BER-GOSSIP, BERPOLITIK, BERKOMENTAR SANA SINI,... BERSIASAT LICIK, AGAR "MEMPEROLEH" ... MENDAPATKAN APA YANG DIMAU .. BERPIKIR BERPANGLIMAKAN "KONGKALIKONG" DAN SYAHWAT", TAK BERTANGGUNGJAWAB PADA LOGIKA. RASIO LEMAH DAN TUMPUL ... MEMPERTAJAM ILUSI-ILUSI HARAPAN-HARAPAN ABSTRAK PARA ALAM-ALAM GAIB-GAIB YANG BERKUASA BEKERJA MUTLAK ATAS KEHIDUPAN REALITA .. MAKA HIDUP BERPASRAH, TEPO SELIRO, PASRAH PADA KENYATAAN ...TIDAKLAH PERLU BERUSAHA, LEBIH MENDAHULUKAN EMOSIONAL DARIPADA RASIONALITAS YANG KUAT DAN SEHAT .... OLEH SEBAB ITU MENTAL LAMBAT LAUN BER-EVOLUSI MENJADI MENTAL DISORDER (KEHILANGAN ORIENTASI DIRI TERHADAP ALAM SEMESTA), PSYCHOPATH, PEMBUNUH BERDARAH DINGIN; MUDAH SEKALI DISULUT, DIHASUT, DIPECAH BELAH, DITUNGGANGI, DIARAHKAN,... DIKENDALIKAN, DI REMOTE CONTROL ..... DARI JARAK JAUH ... ;-) **** NAMUN TETAP MERASA "YANG MEMILIKI NEGARA, TANAH, YANG MEMILIKI KUASA .. MERASA YANG BERKEDUDUKAN MENGENDALIKAN ... DAN MERASA PALING PUNYA.. PALING BENAR .... SUNGGUH .... SUATU ... KEBUDAYAAN PEMBENARAN DIRI ...
*** KEBENARAN HALUSINATIF **** ;-) ;-) ;-)

 
 
 
 
 
 
 





Minggu, 06 April 2014

IMAN YANG HIDUP by BAYU WIRAWAN (KING JAZZ)

*** IMAN ADALAH KEBUDAYAAN INDIVIDU. IMAN YANG MATI ADALAH KEBUDAYAAN INDIVIDU YANG MATI. CIRI-CIRINYA ADALAH: TIDAK PERNAH BERTANYA, TIDAK PERNAH CURIGA, FANATIK PADA DOGMA2 DAN DOKTRIN2; MEMBUNUH YANG HIDUP BERTANYA; YANG BERTANYA UNTUK MENGUNGKAP SANG HIDUP !!!!.....
*** IMAN YANG HIDUP ADALAH KEBUDAYAAN INDIVIDU YANG BERNAFAS, JANTUNG YANG BERDEGUB TUMBUH BERKEMBANG DAN HIDUP BERGERAK TERUS KE ARAH YANG LEBIH BAIK ... MEMELIHARA TERUS NAFAS KEHIDUPAN "BERTANYA", BERSEMANGAT TERUS MENERUS MEMBANGUN PERTANYAAN-PERTANYAAN; "MEMPERTANYAKAN KEMBALI", MEN-DEKONSTRUKSI-KAN KEMBALI BANGUNAN-BANGUNAN PERADABAN KOLOT YANG TERPROGRAM MATI OLEH DOGMA-DOGMA DAN DOKTRIN-DOKTRIN FASIK PENCUCIAN OTAK YANG ESTABLISHED STAGNANT FANATIK MATI !!! .. LALU DENGAN PERSISTENS MEMBANGKITKAN, MENGHIDUPKANNYA KEMBALI BERNAFAS ... DENGAN MENIUPKAN "ROH ALLAH SEBAGAI SANG SUMBER KEHIDUPAN HAKIKI ABADI" *** BY: "KING JAZZ" BAYU WIRAWAN ;-)

 MANUSIA CAHAYA

KEBENARAN HAKIKI KEBENARAN ILAHI by BAYU WIRAWAN (KING JAZZ)

(Y) (Y) (Y) TENTANG KEBENARAN HAKIKI =>> *** KEBENARAN ILAHI ***
*** HIDUP ITU SIFATNYA MENGALIR DAN BERUBAH !!!
BUKAN UNTUK MEMENANGKAN; "MENANG", ATAU KALAH; "MENGALAH"
**APA ARTINYA NAFSU "MENANG" DI TENGAH ARUS "PERUBAHAN"; DAN APA ARTINYA NAFSU MENGALAH "KALAH" DI TENGAH ARUS PERUBAHAN ... !!! *** NOTHING !!! *** WASTING TIME ... !!!!!
*** YANG "ABADI" ADALAH "PERUBAHAN" ITU SENDIRI ... !!!! JADI SIKAP YANG BAIK ADALAH "AIR" ANGIN" = "FLEKSIBEL", "LENTUR", "BERUBAH LAH" .. !!! TINGGALKAN !!!! = LEAVE IT !!! = DO NOT LIVE IT/BELIEVE IT; "KELUAR LAH DARI KOTAK" = BERPIKIR LAH "OUT SIDE OF THE BOX !!!" = GUNAKAN CARA SIFAT ALAM; AIR, ANGIN BERTIUP MENGALIR DALAM BERPIKIR ... BERPERSEPSI = DIRECT STREAMING, REVERSE STREAMING, UP SIDE DOWN STREAMING ... DIMINISHED STREAMING OF MEANING ... ;-)
BUKAN PIKIRAN2 "ONLY ONE DIRECTION"; "IN SIDE THE BOX" = TERKUNGKUNG TEBELENGGU PICIK FANATIK !!! ... MENGGENANG 'BAK "COMBERAN BAU" BUSUK !!!! ..
*** "PIKIRAN" PUN MEMILIKI "BAU" *** = KARENA SIFAT PIKIRAN ITU ADALAH CREATIVE "MENCIPTA REALITA", BERUBAH DAN MENGALIR.. MAKA "BELIEVE SYSTEM" PUN PASTI BERUBAH DAN MENGALIR MENUJU KEBENARAN ILAHI .... ;-)
*** PIKIRAN MENGGENANG TERLALU LAMA; = "PIKIRAN COMBERAN" !!! ... MEMBUSUK BAU DAN USANG ... YANG MENGHUNI HANYALAH "DAJJAL" ...!!!!! ;-) !!!!! (Y) (Y) (Y)
* "KING JAZZ" - BAYU WIRAWAN ;-)

Contact for: Album Order, Concert, Gig, Seminar, Workshop, Music School Franchise, Music Producer

Nama

Email *

Pesan *

Mengenai KING JAZZ (Bayu Wirawan)

Foto saya
JAKARTA, BANDUNG, PURWOKERTO, DENPASAR, JAYAPURA, JAKARTA, BANDUNG, PURWOKERTO, BALI, JAYAPURA, Indonesia
I Am a Human with Universal Talents, Entrepreneur in so Many Fields; Film and Musics Producers, Song Writer,Composer,Arranger, Audio Engineer, Jazz Pianist, Music Lecture, Music School, Recording Studio, KING JAZZ RECORD Productions, BMS RECORD, INDONESIAN RECORD, Computer Programmer, Networking Business Management, Web Developer, Psychologist, Mind Reader, Spiritual Healing, Mental Therapist, Psychic... God Too Much ... ;-) I'm Gemini Man ;-)